Rabu, 18 Maret 2009

PMBUATAN BHOKASI DENGAN AM-1 CAIR




PEMBUATAN BOKASHI
Oleh
Dedy Mahyudi Nst,Sp.
Sebagian besar petani di Indonesia selalu menggunakan pupuk kimia (anorganik) dalam melaksanakan pemupukan tanah, sedangkan penggunaan pupuk kimia anorganik dengan takaran yang melebihi ketentuan (over dosis) membuat tekstur dan struktur tanah menjadi sulit diolah dan bersifat asam, kondisi ini akan mengakibatkan mobilisasi unsur hara terganggu karena akan terikat. Imbasnya suplai nitrogen ke tanaman semakin berkurang sehingga produktivitas tanaman menjadi rendah, bahkan akhirnya petani akan menambah dosis pupuk anorganik. Tanpa memikirkan kerusakan lingkungan. Penggunaan pupuk kimia secara terusmenerus dalam jangka waktu yang lama tanpa dibarengi dengan penambahan bahan organik dapat menyebabkan kandungan organik lebih kecil dari 1%, padahal idealnya 2%. Dari hasil penelitian dan pengalaman empiris di lapangan, penambahan bahan organik yang berasal dari kotoran ternak yang diolah secara benar sebanyak 2 ton per hektar per musim tanah mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi penggunaan pupuk serta perbaikan kualitas hasil panen. Banyak limbah kotoran ternak maupun sisa rumput yang tidak habis dimakan ternak sapi, limbah-limbah tersebut mempunyai nilai tambah. Apabila dibuat bokashi (pupuk kompos memakai AM-1) ataupun fine compost (pupuk memakai bahan stardec) dengan mengggunakan teknologi sederhana, murah, dan tepat guna. Teknologi ini dapat diterapkan oleh petani peternak.
Teknologi bokashi adalah suatu cara menggunakan mikroba tanah dalam pembuatan pupuk organik dengan menggunakan

AM-1 (Active Microorganisme 1)
1 Active Microorganisme 1
- Bakteri Fermentasi
- Bahan Organik
- Meningkatkan pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah AM-1 adalah hasil seleksi alami mikroorganisme fermentasi dan sintetik di dalam tanah terciptalah AM-1 yang merupakan bakteri fermentasi Actinomycetes, bakteri fotosintetik dan ragi.
2. Fungsi AM-1
Untuk memfermentasi dalam tanah menjadi unsur-unsur organik, meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas 
tanaman. EM-4 sangat cocok untuk tanaman perkebunan, hortikultura, padi dan palawija, karena sifatnya yang tidak menimbulkan pencemaran.
3. Kegunaan AM-1 
- Memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah
- Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi
- Menfermentasi dan mendekomposis bahan organik tanah dengan cepat
- Menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman
4. Tempat pembuatan kompos di atas lantai dalam ruangan
5. Bahan-bahan dan peralatan
yang tidak terurai dan untuk mendapatkan bahan yang
seragam
- Hasilnya dipak dalam kantung plastik.
8. Ciri-ciri Bokashi yang baik
- Warna coklat kehitam-hitaman
- Bahan hancur, lembab, tidak keras
- Tidak bau, bau seperti tanah atau humus.
9. Manfaat Bokashi
- Mengandung unsur hara makro (N,P,K) dan unsur hara
mikro (Zn, Ca, Fe, Al)
- Dapat diserap cepat oleh perakaran tanaman
- Meningkatkan keragaman, populasi, dan aktivitas mikroorganisme
- Meningkatkan kesuburan tanah dengan kandungan humus
- Meningkatkan kualitas dan produksi tanaman
- Menurunkan biaya produksi.
10. Dosis Pemupukan
- Tanaman hias (sukulen, Soka, dll) 200-250 gr per tanaman, untuk pembibitan 4 bagian tanah, 1 bagian bokashi
- Tanaman sayuran (bayam, kubis, wortel) 100-200 gr per tanaman atau 3-5 ton per hektar untuk pembibitan 5 bagian tanah 1 bagian bokashi
- Tanaman pangan (kedelai, padi, jagung) 3-5 ton per hektar untuk pembibitan 5 bagian tanah 1 bagian bokashi
- Tanaman perkebunan (jeruk, cengkeh, kakao, kopi) 3-5 ton per hektar untuk pembibitan 5 bagian tanah 1 bagian bokashi.
Bahan-bahan :
- Sekam, kotoran ayam dan tumpukan makanan ayam
200 kg.
- Gula pasir 4 sendok makan
- AM-1 sebanyak 80 mL
- Air secukupnya
Peralatan :
cangkul, sekop, timbangan, gelas ukur, termometer
batang, ember, ayakan, cetakan, sepatu bot, masker,
kantong plastik
6. Pembuatan Bokashi
- Timbang bahan-bahan untuk membuat kompos
- Larutkan AM-1 dan gula ke dalam air
- Tuangkan larutan AM-1 dan gula ke bahan untuk kompos, diaduk- aduk, dibolak-balik sampai rata. Campuran tersebu t kandungan airnya 30% dengan ciriciri bahan kompos apabila digenggam tidak keluar air, dan kalau dilepaskan campuran akan mekar,
- Hamparkan bahan di atas lantai
dengan ketinggian atau dengan ketebalan 15 – 20 cm dan ditutup kantong plastik selama 4 hari,
- Usahakan suhu berkisar antara
40 -500C, tiap pagi dicek, kalau suhu terlalu tinggi, dibuka karung penutup, gundukan dibolak- balik dan ditutup lagi,
- Setelah 4 hari bokhasi sudah
jadi dan siap dipergunakan.
7. Pengepakan
- Bokashi yang telah jadi diayak untuk memisahkan bahan
yang tidak terurai dan untuk mendapatkan bahan yang
seragam
- Hasilnya dipak dalam kantung plastik.
8. Ciri-ciri Bokashi yang baik
- Warna coklat kehitam-hitaman
- Bahan hancur, lembab, tidak keras
- Tidak bau, bau seperti tanah atau humus.
9. Manfaat Bokashi
- Mengandung unsur hara makro (N,P,K) dan unsur hara
mikro (Zn, Ca, Fe, Al)
- Dapat diserap cepat oleh perakaran tanaman
- Meningkatkan keragaman, populasi, dan aktivitas mikroorganisme
- Meningkatkan kesuburan tanah dengan kandungan humus
- Meningkatkan kualitas dan produksi tanaman
- Menurunkan biaya produksi.
10. Dosis Pemupukan
- Tanaman hias (sukulen, Soka, dll) 200-250 gr per tanaman, untuk pembibitan 4 bagian tanah, 1 bagian bokashi
- Tanaman sayuran (bayam, kubis, wortel) 100-200 gr per tanaman atau 3-5 ton per hektar untuk pembibitan 5 bagian tanah 1 bagian bokashi
- Tanaman pangan (kedelai, padi, jagung) 3-5 ton per hektar untuk pembibitan 5 bagian tanah 1 bagian bokashi
- Tanaman perkebunan (jeruk, cengkeh, kakao, kopi) 3-5 ton per hektar untuk pembibitan 5 bagian tanah 1 bagian bokashi.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar